Minggu, 29 November 2009
Tugas 1
Observasi Lapangan
Sasaran : 1. Pedagang kaki lima
(Penjual bakso keliling)
Bapak Saryadi adalah seorang penjual bakso kelilig yang biasa lewat didepan rumah. Pak saryadi menggunakan gerobak dorong untuk pekerjaanya menjajakan bakso. . Peralatan yang dibawa Pak Saryadi setiap hari ketika bekerja adalah, gerobok dorongnya, radio berukuran kecil, payung, dan sebotol air mineral. Beliau memiliki badan yang pendek, sedikit gemuk dibagian perut serta berkulit sawo matang. Di samping itu, Pak Saryadi mempunyai rambut hitam lebat dan sedikit bergelombang di bagian ujungnya. Beliau biasanya memakai topi, bercelana pendek, berkaos oblong sedikit lusuh dan bersandal jepit setiap harinya. Pak Saryadi memiliki cirri khas, yaitu mempunyai suara yang serak. Walaupun penampilannya cenderung santai tetapi pak Saryadi termasuk orang yang sangat santun. Beliau selalu memakai bahasa jawa halus setiap berbicara kepada pembeli, pelangganya, serta masyarakat sekitar. Tidak heran Pak Saryadi banyak disukai orang. Pelangganya pun semakin hari semakin bertambah.
Observasi Lapangan
Sasaran : 2. Petani
Bpk Sumanto adalah seorang buruh tani. Pak Manto biasa akrab dipanggil, hanyalah bekerja serabutan yang hanya mengandalkan tenaga saja. Beliau tidak mempunyai lahan sawah sendiri sehingga belum tentu setiap bulan pak Manto mendapatkan pekerjaan. Jika ada pekerjaan, pak Manto hanya disuruh menggarap lahan sawah milik tetangganya. Peralatan yang biasa dibawa pak Manto setiap hari kesawah adalah, cangkul, sabit, topi caping, dan air mineral. Kadang istrinya mengirimkan makan siang buat pak Manto kesawah. Pak Manto termasuk orang pekerja keras. Beliau memiliki tubuh yang tinggi dan kekar. Berambut hitam dan sedikit beruban karena faktor umur yang sudah tidak muda lagi. Berkulit sawo matang cenderung gelap dan hitam karena setiap hari beliau berada di sawah. Beliau mempunyai alis yang tebal, mata yang tajam dan berperangai keras tetapi di balik itu semua pak Manto adalah orang yang sangat sabar, santun dan halus. Beliau sangat dihormati masyarakat di sekitarnya karena disamping sebagai seorang buruh tani beliau juga adalah seorang guru ngaji di masjid setempat. Beliau biasa mengajar mengaji anak-anak TPA seusai sholat magrib. Beliau sangat di sukai anak-anak dan warga sekitar karena sangat santun dan murah senyum. Murah senyum kepada siapa saja yang dia temui adalah ciri khas Pak Manto.
Tugas 2
DINAR EKA SARI
C9308003
3.A
Tugas 2
Perihal : Melakukan Wawancara
Sasaran : 1. Bp. Siswanto (Tukang Becak)
Bp Siswanto adalah seorang tukang becak yang biasa mangkal didepan pasar Bekonang, Sukoharjo. Beliau bertempat tinggal di desa Jetis Rt 02/04, Mojolaban, Sukoharjo. Beliau mempunyai seorang istri yang bernama Ibu Ngatiyem, dan mempunyai 3 orang anak masing-masing bernama Ndari, Bagas, dan yang paling kecil bernama Eni. Dalam sebuah rumah tua berbentuk joglo yang belum pernah direnovasi itu, selain pak Siswanto dan anak istrinya, disitu juga ada ibu dari pak Siswanto yang bernama Ibu Sri Mulyati. Beliau sudah sangat lanjut usia sehingga hanya dapat beraktivitas didalam rumah saja. Rumah tersebut sebenarnya rumah milik dari Ibu Sri Mulyati, lalu diwariskan kepada pak Siswanto karena beliau adalah anak tunggal. Ayahanda pak Siswanto sendiri sudah meninggal dunia sejak pak Siswanto masih kecil. Sehinnga bu Sri berusaha hidup untuk membiayai keperluannya sendiri dan anaknya, yaitu pak Siswanto. Karena hanya bekerja sebagai buruh angkut di pasar Bekonang, beliau tidak bisa menyekolahkan pak Siswanto hingga tingkat yang lebih tinggi, hanya sampai SD saja. Meskipun begitu pria kelahiran 47 tahun yang lalu itu tidak pernah mengeluh, beliau tetap berusaha mencari kerja untuk dapat membiayai kebutuhan keluarganya dan untuk keperluan sekolah anak-anaknya meskipun hanya sebagai tukang becak. Istrinya sendiri membantu menopang kebutuhan keluarganya dengan bekerja sebagai buruh cuci disekitar tempat tinggalya. Ibu Ngatiyem tidak dapat bekerja terlalu jauh dari rumah karena masih mengurusi rumah dan ibu mertuanya yang sudah sangat tua. Menurut pak Siswanto, uang hasil kerjanya sebagai tukang becak kurang dari cukup untuk memenuhi keperluan keluarganya meskipun sudah dibantu dari istrinya. Walaupun begitu, beliau tidak pernah berputus asa dan selalu mengucap syukur kepada Tuhan dan tidak lupa pula berdoa. Beliau yakin suatu saat nanti kehidupannya bisa berubah jika ada kemauan. Pak Siswanto selalu menerapkan kepada anak-anaknya disiplin hidup dan mengajarkan semua tentang keagamaan, karena beliau juga termasuk sosok yang religius. Anak-anak pak Siswanto sangat membantu kehidupan kedua orang tunya, itu terlihat dari kepintaran mereka dan selalu mendapat beasisiswa disekolah masing-masing. Pak Siswanto tidak henti-hentinya mengucap syukur. Dalam hatinya, beliau ingin sekali melihat anak-anaknya berhasil. Minimal tingkat pendidikan anak-anaknya diatas lebih tinggi dari kedua orangtuanya.
Tugas 2
Perihal : Melakukan Wawancara
Sasaran : 2. Ibu Niti Dimejo (Pedagang di pasar Tradisional)
Bu Titi , demikian sapaan akrab sehari-hari buat wanita kelahiran 47 tahun silam tersebut adalah seorang pedagang di pasar tradisional didaerah Bekonang. Beliau memiliki kios kecil yang terletak didalam pasar. Beliau sehari-hari berjualan bumbu-bumbu dapur seperti, bawang merah, bawang putih, rempah-rempah, tomat, kecap, dll.bahkan bu Titi juga menjual keperluan rumah tangga seperti sabun mandi, sampo, pasta gigi dll. Bu Titi bertempat tinggal tidak jauh dari kiosnya yaitu di desa Grogol Rt01/08, Mojolaban, Sukoharjo. Rumah bu Titi terbilang cukup bagus. Karena beliau termasuk dalam masyarakat golongan tingkat menengah atas. Suami bu Titi bernama Bp. Surya Hermawan, mata pencaharian beliau adalah sebagai guru SMAN1 Mojolaban. Keluarga bu Titi hanya mempunyai satu orang anak bernama, Radytia. Sekarang sedang melanjutkan kuliah S1 bahasa inggris di universitas Gajah Mada,


